Berhenti memikirkan pekerjaan, kunci bergerak

Sebulan ini, leherku selalu kaku. rasanya seperti masuk angin.

ya… karena aku terlalu memikirkan apa saja yang ada.

setelah di-list. pekerjaanku tidak seberapa banyak dibanding temanku.

jadi malu.

setiap manusia diberikan masalah demi masalah. dan tingkatannya disesuaikan dengan kemampuannya.

tapi sering kali aku lupa, bahwa aku memiliki kemampuan melewati semua. Yang sering bikin pusing bukan pekerjaannya. tapi otak sendiri yang sering kupaksa berfikir resiko yang tidak-tidak. dan kekhawatiranku terhadap resiko terburuk, jarang sekali terbukti.

tapi jadi senang juga, banyak pengalaman baru, jadi berfikir yang baru. semangatpun jadi diperbaharui.

ternyata, pekerjaan apapun jauh lebih mudah untuk dilakukan daripada dipikirkan.

menurutku, berfikir resiko adalah hal yang paling melelahkan, menyita waktu, membuat terhenti dalam waktu yang lama, pekerjaan tertunda dan sering tidak selesai. kepala migrain, perut keroncongan, badan pegel. dan tidak jarang memicu sagala penyakit.

Aneh yah? belum dikerjakan sudah sakit duluan. kecapekan karena berfikir. tapi kalo sudah dikerjakan ; “Oh… gini tho? mudah kok. kenapa gak dari kemaren-kemarin aku kerjakan!”

pantas saja, orang-orang di sekitarku sering meneriaki “Sudah… kerjain aja”, “Ayo, kamu pasti bisa”

Tinggalkan sebuah Komentar