10.26.07
Menanam dengan HAti…
Senyum itu tak kunjung padam.
MerekA tersenyum, walau keringat telah lengket bersatu dengan tanah di tubuhnya.
Tampak ada rasa kangen di wajah mereka.
Entah kangen pada kebersamaan, gotong royong atau kangen dengan menanam.
yang pasti tampak ikhlas di wajah-wajah dengan peluh itu.
ia yang mencangkul, tersenyum….
Ia yang menanam dan melihat cacing yang banyak dalam tanah, lalu menjerit, dengan segera kembali tersenyum…
Ia yang mengambil air di tempat yang jauh demi untuk menyiram saudara sebumi, tersenyum…
Ia yang memasang ajir sebagai tanda “Ini dalam masa pertumbuhan…”, tersenyum…
Ia yang membantu kawan menimbun tanah, tersenyum… ![]()
Ia yang berlari kesan-kemari mendokumentasikan kawan-kawannya, tersenyum…
Ia yang bergosip, bersantai sejenakpun tersenyum… ![]()
Nampaknya semua menikmati harum penat hari ini,
Semua menikmati menjadi seorang penanam, menjadi penolong makhluk lain yang memiliki hak di bumi,
Menikmati khayalan, jika nantinya si mungil itu tumbuh menjadi pohon yang besar dan dapat menghasilkan oksigen.
Menikmati dunia hijau yang entah sampai kapan bisa tetap bertahan di bumi yang hanya 1 ini.