09.30.07
Pohon Harapn di kampus fahutanku…
Pohon harapan, tempat menaruh/menyuarakan harapan?
Kedua pohon itu berdiri tegak dalam pot yang berisi daun-daun harapan. Berada di sudut mungkin menjadi salah satu penyebab pohon ini tak begitu dilirik untuk dibaca. Padahal tidak satu-dua mahasiswa yang menggantungkan daun harapan. Mulai dari berharap dapat soul, dapat nilai bagus, cepat wisuda, fahutan jaya sampai hutan lestari. Ada juga kritik-kritik kecil yang mendapat balasan kasar dari oknum yang belum dapat berbicara dewasa.
pohon harapan…Yah… semoga saja pohon harapan ini menjadi salah satu jembatan berkomunikasi antar manusia yang berada di lingkungan Fakultas Kehutanan yang konon katanya sedang gelisah lantaran peminatnya sedikit ini.
Dan sementara ini saya hanya berbagi melalui foto-foto berikut :
Pasar satwa…
foto-ini-diambil-dari-pasar-telahan-bontang-pada-hari-sabtu.docFoto ini diambil dari Pasar Telahan Bontang pada hari Sabtu, 29 September 2007.

Beruang madu kecil ini dijual Rp.4.000.000,-
Termasuk kandangnya.
Seekor anak owa ini dijual Rp. 2.000.000,-
Ada juga seekor owa dewasa yang dijual senilai dengan anak owa ini.
Menurut anda, berapa harga dua ekor Musang Luwak ini?
Berharap lebih…
Mengapa mahasiswa zaman sekarang bertemperamen tinggi?
Penat? Pusing? Bete? Sepertinya ketiga kata itu sering bercokol di hari-hari kita. Kenapa juga, akhir-akhir ini, kata itu sangat mengganggu mood kita? Padahal kewajiban kita tetap saja seperti dulu. Mencuci, menyetrika, masak, bersih-bersih rumah adalah rutinitas harian yang sudah kita jalani mulai dari ortu ’melepas’ kita. Tugas kuliah tidak sebanyak PR waktu Sekolah dulu. Waktu luang? Toh jam kuliah tidak lebih banyak dari jam pelajaran di sekolah. Tapi kenapa? Mari kita cek bersama:
1. Pola makan tidak sehat.
Ø Yang namanya Mahasiswa ni ya, mana ada larangan jajan sembarangan. Mau jajan di restoran, cafe, kantin atau di warung pinggir jalan, kadak apa-apa, wal ai..
Ø Menu makanan ya tergantung tanggalan. Tanggal muda: Ayam gepuk, Lalapan, Soto makassar, bakwan bintang, seafood, steak. Kolesterol tinggi? Masih muda kok, tenang aja. Tanggal tua: Tahu tek-tek, gado-gado, sate pramuka, nasi mawut, bakso rombong, mie ayam rombong, mihun, bangsanya mie, Gorengan.
Ø Biasanya, menu mahasiswa berdasarkan waktu adalah Cukup mie campur telor (Sarapan). Praktis, cepat saji, jadi tidak terlambat ke kampus. Makan siang, apa yang dijual di warung atau kantin. Makan malam, kalau kantong lagi ’tebal’ ke DeIjima atau KFC dunk…. tapi kalau lagi bokek ya cukup masak mie lagi lah. Syukur, awal bulan dah stok mie di kost. Yang penting hari ini sudah makan nasi. Walau hanya sekali.
Ø 4 Sehat 5 Sempurna? Nasi dan lauk santapan wajar. Sayur, kalau masak atau kalau pesan nasi campur. Tapi ternyata banyak lho mahasiswa yang ngaku nggak bisa makan sayur. Apakah kamu salah satunya? Buah itu makanan kalau ortu bawain pas jenguk, pas ada acara di kampus yang konsumsinya lengkap, pas datang ke kondangan. Atau pas buah duren lagi murah. Kalau susu? Aduh…. biyung, cium baunya aja kadak menahan.
Jadi, serat kurang selama tidak mengganggu aktivitas ’semedi’ di WC, tidak jadi masalah bagi mahasiswa. Tidak penting sudah cukupkah nutrisi, gizi yang terkandung dalam makanan. Kenyang adalah gambaran terpenting dalam perut mahasiswa.
2. Pola Hidup Tidak Sehat.
Ø Olahraga kalau ingat. Jalan kaki capek.
Ø Jam tidur tidak teratur, seringkali kurang istirahat. Kalau ada film bagus bisa sampai pukul 02.00 baru tidur. Malam minggu begadang atau nongkrong dengan konco-konco atau sibuk gombalin pacar. Apalagi sekarang biaya telpon yang murah baru dimulai pukul 23.00, supaya irit telpon do’i atau ngegosip ma temen dilakukan tengah malam.
Ø Ngerjain tugas (yang jatuh temponya besok) dan belajar pas mau ujian dipaksa melek sampai subuh karena menggunakan Sistem Kebut Semalam.
3. Cari hiburan. Yang ada:
Ø Di TV. Yang ada berita-berita musibah, percekcokan, gosip tingkah laku artis yang nyeleneh, sinetron sadis, reliality show orang selingkuh. Bukannya terhibur, yang ada tambah sedih, gemes atau jengkel.
Ø Ke Mall cuci mata. Yang ada malah tambah masalah, pengeluaran membengkak atau kepikiran ngeliat barang lagi diskon tapi lagi gak ada duit.
Bla… bla… bla… ntar lagi deh sambungan tulisannya….
Mana komentarnya ya?
Duh… senengnya berbagi di sini. kalo dikomentarin, pasti lebih baik…